Home

Pedagang Nasi Goreng: “Nikah Itu Membawa Berkah!”

Oleh mirza3m | 29 Nov 2011 | Comments (4)

Jam pulang kantor bagi saya bisa dimaknai menyenangkan, bisa juga menyebalkan. Menyenangkan karena saya telah selesai mengerjakan pekerjaan dan akan beristirahat. Namun, hal yang menyebalkan adalah karena kemacetan yang klimaks pada jam-jam tersebut. Saya bisa menghabiskan waktu 1,5 atau bahkan 2 kali lipat untuk dapat sampai ke rumah. Maka dari itu, biasanya saya lebih baik menunggu agak malam.

Malam kemarin, saya mencoba mampir ke pedagang nasi goreng di pinggir jalan daerah Kuningan sembari menunggu kemacetan reda, setidaknya tidak macet total. Saya mengajak pedagang nasi goreng tersebut mengobrol. Dia berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Dia sudah hampir 13 tahun mengadu nasib di ibu kota. Dia menceritakan bagaimana susahnya mencari lahan untuk jualan. Makanya, dia selalu berpindah-pindah tempat setelah beberapa bulan.

Nasi goreng plus telor dadar telah siap untuk saya makan. Saya mulai makan sambil tetap mengajaknya ngobrol. Saya menanyakan tentang keluarganya. Dia sedikit menghela nafas sebelum bercerita panjang lebar kepada saya tentang keluarganya.

Anaknya berjumlah 3 orang dan sekarang istrinya telah hamil anak keempat mereka. Semuanya tinggal dikampung. Dia sendiri, saat ini, lebih sering pulang ke kampung, yakni 2-3 minggu sekali, mengingat istrinya tengah hamil tua. Oia, usia pedagang nasi goreng tersebut belum genap 30 tahun.

Dia flash back tentang kehidupan remajanya. Dia sendiri menikahi istrinya ketika umur 19 tahun. Wow! Dia dijodohkan orang tuanya dengan seorang gadis. “Awalnya sih biasa-biasa aja, ngga ada perasaan sama sekali,” kenangnya sambil tersenyum. Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang ingin melamar gadis yang dijodohkannya. Perasaan cemburu pun mampir ke hatinya. Singkat cerita, dia menikahi gadis yang dipilihkan orang tuanya. Padahal, waktu itu dia belum mempunyai pekerjaan sama sekali. Nekat bukan?

Sepanjang cerita tersebut (sampai nasi goreng yang saya makan habis), dia memberikan 3 hal penting :D :

1. “Cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya jika kita telah sering bersama,” selorohnya dengan bijak.
2. Nikah itu membawa berkah. “Pernikahan akan membuka pintu rejeki sampeyan,” pesannya kepada saya. Buktinya, dia mendapatkan pekerjaan sebelum berjualan nasi goreng. Nasi gorengnya pun laris.

3. Dia bilang bahwa terkadang pernikahan itu harus didasari keberanian, “Kalau nunggu siap, ya ngga siap terus. Pasti ada aja alasannya”

So, beranikah anda untuk menikah? :D

4 Comments

  1. fai says:

    posisi berkahnya dimana?

    • mirza3m says:

      Silakan tanya langsung ke orangnya :D

    • modot says:

      Berkahnya adalah rejeki yang tadinya masing – masing, sekarang menjadi 2, meskipun jika nanti istri tidak bekerja.

      Yang kedua, laki2 biasanya pada saat single, banyak pengeluaran yg tidak terkontrol, tapi begitu ada keluarga (istri) setidaknya ada yang harus dinafkahi.

      Yang ketiga, tentunya berkah akan datang kalau kedua pihak berkomitmen dan berusaha untuk menjalankan ajaran-Nya.

      Insya allah, pernikahan akan menjadi berkah.

      Sabda Rasulullah, “Menikahlah maka kau akan menjadi kaya”

  2. menikah membawa berkah

Leave a comment