Tentang Bahasa Indonesia Tercinta

Sejak kecil, saya sudah mencintai bahasa pemersatu bangsa, Bahasa Indonesia. Bahkan, waktu SD dulu, saya melakukan semacam riset kecil-kecilan. Bahan yang saya gunakan adalah buku pelajaran, surat kabar, dan iklan di teve. Namun, saya kurang berani mengoreksi jika ada teman atau guru menuliskan Bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Tulisan saya cenderung kaku karena dengan sedikit memaksa menggunakan EYD. Disini, saya ingin membagikan beberapa kosakata yang tidak sesuai EYD yang sering kita dengar, bahkan di televisi. Sekali lagi, hanya sharing, BUKAN menggurui.

1. Merubah. Kata yang benar adalah mengubah, dengan kata dasar: ubah.
2. Pemboman. Kata yang benar adalah mengebom, kata dasar bom. Kata yang serupa (jumlah suku kata) yang dapat dijadikan contoh adalah cat, menjadi pengecatan.
3. Standarisasi. Kata yang benar adalah standardisasi (ada huruf “d” setelah “r”). Asal kata standar (tanpa huruf “d” di akhir).
4. Aktifitas. Kata yang benar aktivitas, asal kata aktif. Huruf “f” di akhir dalam kata dasar, jika diberi akhiran, maka berubah menjadi “v”.
5. Antri. Kata yang benar adalah antre.
6. Sistim. Kata yang benar sistem.
7. Himbau. Kata yang benar adalah imbau.
8. Nampaknya. Kata yang benar adalah tampaknya.

Mungkin daftar kata diatas adalah sebagian kecil kata yang kita anggap benar, tapi ternyata salah (tidak sesuai EYD). Jika bukan kita, siapa lagi yang peduli bahasa kita?

Tagged with: ,