Informasi Seputar Material Design

Android Lollipop saat ini menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan di kalangan pengguna android. Android 5.0 ini semakin populer dengan fitur yang sama sekali baru. Adalah Material Design yang menjadi andalan dari android teranyar ini. Material design merupakan antarmuka terbaru dan bisa dibilang sebagai terobosan paling ‘segar dan berani’ dengan rasa baru pada platform android dibandingkan dengan versi android sebelumnya.

Dengan Material Design, pengembang kini bisa membuat aplikasi dengan tipografi dan warna yang bisa berubah-ubah. Selain itu, dengan tool Polymer, pengembang bisa membuat animasi yang lebih halus hingga 60 fp. Selain fokus pada desain, poin penting dari Android Lollipop adalah performa. Android Lollipop akan hadirkan dukungan prosesor 64-bit dan menjadi versi Android pertama yang berjalan pada ART secara eksklusif yang merupakan penerus Android runtime, Dalvik, yang pertama diperkenalkan pada KitKat. Bagi pengembang, itu merupakan langkah besar, dan untuk konsumen itu berarti aplikasi mendatang akan memiliki performa lebih baik, manajemen memori lebih baik, dan konsumsi daya lebih rendah dengan hasil akhir daya tahan baterai lebih lama.

Berbicara daya tahan baterai, Android Lollipop juga meliputi peningkatan baterai baru dan mode yang menawarkan pengguna dan pengembang kendali terhadap apa yang dilakukan aplikasi dan berapa banyak daya yang dikonsumsi. Pengguna juga bisa menjalankan Android Lollipop pada mode Battery Saver, untuk daya tahan baterai optimal. Google mengklaim bahwa mode Battery Saver mampu memberikan Nexus 5 tambahan daya tahan baterai hingga 90 menit. Meskipun banyak pabrikan membenamkan mode Battery Saver sebagai bagian dari peningkatan fitur mereka sendiri, namun versi Google akan disambut dengan baik.

Fitur lain yang diperkenalkan Google melalui Lollipop ini adalah cara menampilkan notifikasi, fitur autentikasi berbasis konteks, dukungan komputasi 64-bit, dan Android Extension Pack baru yang mendukung grafis 3D. Fitur ini bisa memanfaatkan potensial chip berkinerja tinggi dengan lebih baik seperti NVIDIA Tegra K1.

Penasaran sama desain baru dari Google? Silakan telusuri link berikut ini.

Tagged with: ,