Grombyang OS, Sistem Operasi “Racikan” Pemuda Pemalang

Grombyang adalah salah satu makanan khas kabupaten ‘IKHLAS’ Pemalang, Jawa Tengah. Selain makanan, nama tersebut juga disematkan pada sistem operasi (OS) open source buatan tim Pemalang-Cyber. Basis OS ini sendiri adalah salah satu distro Linux, Ubuntu yang di-remaster. Kedepannya, Grombyang OS akan kita sebut dengan grOS.

Jika menilik dari website grombyang.or.id, tujuan grOS sendiri adalah mengenalkan sebuah karya Indonesia agar bermanfaat untuk dunia pendidikan.

Saya pun tertarik mengunduh dan menginstalnya di MacBook Pro yang saya pakai untuk bekerja. Saya gunakan VMWare Fusion. Instalasi grOS sendiri sangatlah mudah karena sudah menggunakan UI, tidak berbeda dengan instalasi Ubuntu (namanya juga remastering :D ). Saya sendiri mem-partisi harddisk VM saya menjadi 3, untuk home, / (root) dan swap.

Logo default grOS di desktop adalah perahu kertas-lipat, yang menjadi “wahana-gerak” dan filosofi bahari dari ikon Kabupaten Pemalang tersebut. Begitu kira-kira filosofinya.

Lalu, apa saja aplikasi yang terinstal di grOS? Selain aplikasi umum seperti Gimp, Wine, Inkspace, VLC media player, Clonezilla, grOS juga menyertakan aplikasi-aplikasi bertemakan pendidikan, sesuai visi-misinya, seperti Libreoffice Math, Kalzium, KGeography, BKchem dan lain-lain.

grOS sendiri sudah disosialisasikan ke beberapa tempat dengan mayoritas peserta adalah sekolah-sekolah. Beberapa desa di Pemalang juga sudah mendeklarasikan bahwa OS yang nantinya akan di instal dan dioperasikan adalah Grombyang OS. Kabarnya, lebih dari 2000 keping DVD berisi grOS juga disebar ke daerah-daerah.

Untuk mengetahui perkembangan dan berita seputar grOS, silakan ikuti fanpage-nya disini. Ingin menginstal juga? Silakan unduh disini atau request kesini.

Go Open Source! Semoga bermanfaat.

Tagged with: