Semakin Mudah Berinvestasi

Instrumen investasi makin banyak kita temukan. Variasi nominal yang dapat kita investasikan juga beragam, mulai dari Rp10 ribu. Iya, harga semangkuk bakso dapat kita jadikan modal untuk berinvestasi.

Berikut ini saya jabarkan beberapa instrumen yang dapat Anda manfaatkan untuk “menanam uang” Anda agar masa depan semakin cerah. Cekidot.

Reksa Dana

Reksa dana akan saya jabarkan menjadi beberapa materi yang mana materi pertama sudah pernah saya tulis melalui tautan ini. Intinya, modal dari Rp10 ribu sudah dapat berinvestasi.

Peer to Peer Lending

Kalau bisa saya ilustrasikan, Peer to Peer Lending (P2P Lending) ini semacam patungan dana beberapa investor (lender) untuk kemudian dipinjamkan kepada borrower yang hasilnya akan dibagikan sesuai persentase yang sudah ditetapkan di awal. Adapun modal minimal yang bisa Anda investasikan adalah Rp100 ribu.

Untuk rekomendasi P2P Lending dari saya yang dapat Anda jadikan wadah untuk berinvestasi adalah Koinworks.com, Modalku.co.id, dan Investree.co.id. Nama-nam tersebut sudah sangat masyhur dengan total pendanaan yang sudah terkumpul >Rp1 triliun.

Saving Bond Retail

Untuk jenis investasi ini, akan terus diadakan oleh Pemerintah sebagai penerbitnya. Saat ini, seri SBR yang sudah pernah ditawarkan adalah SBR005 yang terbit pada Januari 2019 lalu. Investasi ini akan digunakan untuk APBN yang artinya, selain berinvestasi, kita juga membantu negara dalam bentuk pembelian surat-surat utang negara (obligasi).

Adapun besaran investasinya adalah Rp1 juta dan kelipatan dengan maksimal investasi adalah Rp3 miliar. Kupon (bahasa lain untuk bunga) yang ditetapkan kemarin (karena tiap seri bisa jadi berbeda) adalah 8.15% dengan tingkat kupon mengambang (floating with floor).

Mengambang artinya besaran kupon akan disesuaikan dengan perubahan tingkat suku bunga Bank Indonesia. Jadi, jika suku bunga BI naik, maka persentase kupon akan naik, tapi jika suku bunga turun, maka persentase tetap ada di nilai kupon minimal yang telah ditetapkan di awal.

Jangka waktu investasi yang ditetapkan adalah selama 2 tahun. Namun, jika Anda membutuhkan untuk melakukan pencairan dana lebih awal (early redemption), Anda dapat menggunakan fitur tersebut di akhir tahun pertama investasi. Syaratnya adalah dana yang dicairkan maksimal 50% dengan minimal investasi Rp2 juta.

Imbalan bersih kupon akan ditransfer tanggal 10 setiap bulannya dengan angka yang telah dipotong pajak yang telah ditetapkan.

Sukuk Tabungan

Mirip dengan SBR dalam hal penerbit, besaran nominal investasi dan tingkat kupon, instrumen investasi Sukuk Tabungan tahun ini (Februari 2019) masuk seri ST003 dengan tingkat kupon mengambang sebesar 8.15% dengan tenor selama 2 tahun dan terdapat fitur early redemption. Adapun nominal yang dapat diinvestasikan adalah Rp1 juta dan kelipatannya.

Perbedaan yang mencolok dengan SBR adalah pada ST ini menerapkan prinsip syariah, jadi mitra distribusi yang ditunjuk adalah bank berbasis syariah.

Sukuk Ritel

Instrumen terakhir ini dapat anda gunakan untuk berinvestasi adalah Sukuk Ritel. Saat ini, seri SR011 masih dibuka masa penawarannya sejak tanggal 1 hingga 21 Maret 2019 nanti. Kupon yang ditawarkan adalah 8.05%, selisih 0.1% dengan SBR005 dan ST003.

Hal lainnya terkait penerbit, besaran nominal investasi dan fitur early redemption sama dengan Sukuk Tabungan.

Baik SBR, ST dan SR akan terus ditawarkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, dalam seri-seri selanjutnya untuk menggaet para investor pemula (millenial).

Jadi, instrumen mana yang ingin Anda gunakan untuk investasi?

Tagged with: , , , , ,